Sabtu, 29
November 2012 - Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah
suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada
tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella
(dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya,
cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh,
plot,
tema,
bahasa dan insight
secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa
dalam berbagai jenis.
Cerita
pendek berasal dari anekdot, sebuah situasi yang
digambarkan singkat yang dengan cepat tiba pada tujuannya, dengan paralel pada
tradisi penceritaan lisan. Dengan munculnya novel yang realistis,
cerita pendek berkembang sebagai sebuah miniatur, dengan contoh-contoh dalam
cerita-cerita karya E.T.A.
Hoffmann dan Anton Chekhov.
Sejarah
Asal-usul
Cerita
pendek bermula pada tradisi penceritaan lisan yang menghasilkan kisah-kisah
terkenal seperti Iliad dan Odyssey karya Homer.
Kisah-kisah tersebut disampaikan dalam bentuk puisi yang berirama, dengan irama
yang berfungsi sebagai alat untuk menolong orang untuk mengingat ceritanya.
Bagian-bagian singkat dari kisah-kisah ini dipusatkan pada naratif-naratif
individu yang dapat disampaikan pada satu kesempatan pendek. Keseluruhan
kisahnya baru terlihat apabila keseluruhan bagian cerita tersebut telah
disampaikan.
Fabel,
yang umumnya berupa cerita rakyat dengan
pesan-pesan moral di dalamnya, konon dianggap oleh sejarahwan Yunani Herodotus sebagai hasil temuan seorang budak
Yunani yang bernama Aesop pada abad ke-6 SM (meskipun ada kisah-kisah lain yang
berasal dari bangsa-bangsa lain yang dianggap berasal dari Aesop). Fabel-fabel
kuno ini kini dikenal sebagai Fabel
Aesop. Akan tetapi ada pula yang memberikan definisi lain terkait
istilah Fabel. Fabel, dalam khazanah Sastra Indonesia seringkali, diartikan
sebagai cerita tentang binatang sebagai pemeran(tokoh) utama. Cerita fabel yang
populer misalnya Kisah Si Kancil, dan sebagainya.
Selanjutnya,
jenis cerita berkembang meliputi sage, mite, dan legenda. Sage merupakan cerita
kepahlawanan. Misalnya Joko Dolog. Mite atau mitos lebih mengarah pada cerita
yang terkait dengan kepercayaan masyarakat setempat tentang sesuatu. Contohnya
Nyi Roro Kidul. Sedangkan legenda mengandung pengertian sebagai sebuah cerita
mengenai asal usul terjadinya suatu tempat. Contoh Banyuwangi.
Bentuk kuno
lainnya dari cerita pendek, yakni anekdot, populer pada masa Kekaisaran Romawi. Anekdot berfungsi seperti perumpamaan, sebuah cerita realistis yang
singkat, yang mencakup satu pesan atau tujuan. Banyak dari anekdot Romawi yang
bertahan belakangan dikumpulkan dalam Gesta
Romanorum pada abad ke-13 atau 14. Anekdot tetap populer di Eropa hingga abad ke-18, ketika surat-surat anekdot berisi
fiksi karya Sir Roger de Coverley diterbitkan.
Di Eropa,
tradisi bercerita lisan mulai berkembang menjadi cerita-cerita tertulis pada
awal abad ke-14, terutama sekali dengan terbitnya karya Geoffrey Chaucer Canterbury
Tales dan karya Giovanni
Boccaccio Decameron.
Kedua buku ini disusun dari cerita-cerita pendek yang terpisah (yang merentang
dari anekdot lucu ke fiksi sastra yang dikarang dengan baik), yang ditempatkan
di dalam cerita naratif yang lebih besar (sebuah cerita
kerangka), meskipun perangkat cerita kerangka tidak diadopsi oleh
semua penulis. Pada akhir abad ke-16, sebagian
dari cerita-cerita pendek yang paling populer di Eropa adalah
"novella" kelam yang tragis karya Matteo
Bandello (khususnya dalam terjemahan Perancisnya). Pada masa
Renaisan, istilah novella digunakan untuk merujuk pada cerita-cerita pendek.
Pada
pertengahan abad ke-17 di Perancis terjadi perkembangan novel
pendek yang diperhalus, "nouvelle", oleh pengarang-pengarang seperti Madame
de Lafayette. Pada 1690-an, dongeng-dongeng tradisional mulai diterbitkan
(salah satu dari kumpulan yang paling terkenal adalah karya Charles Perrault). Munculnya terjemahan modern
pertama Seribu Satu Malam
karya Antoine
Galland (dari 1704; terjemahan lainnya muncul pada 1710–12)
menimbulkan pengaruh yang hebat terhadap cerita-cerita pendek Eropa karya Voltaire, Diderot dan lain-lainnya pada abad ke-18.
Cerita-cerita pendek modern
Cerita-cerita
pendek modern muncul sebagai genrenya sendiri pada awal abad ke-19. Contoh-contoh awal dari kumpulan
cerita pendek termasuk Dongeng-dongeng Grimm Bersaudara (1824–1826), Evenings on a Farm Near Dikanka (1831-1832)
karya Nikolai Gogol, Tales of the Grotesque and
Arabesque (1836), karya Edgar Allan Poe dan Twice Told Tales
(1842) karya Nathaniel
Hawthorne. Pada akhir abad ke-19, pertumbuhan majalah dan jurnal
melahirkan permintaan pasar yang kuat akan fiksi pendek antara 3.000 hingga
15.000 kata panjangnya. Di antara cerita-cerita pendek terkenal yang muncul
pada periode ini adalah "Kamar No. 6" karya Anton Chekhov.
Pada paruhan
pertama abad ke-20, sejumlah majalah terkemuka, seperti The
Atlantic
Monthly, Scribner's,
dan The Saturday Evening Post, semuanya
menerbitkan cerita pendek dalam setiap terbitannya. Permintaan akan
cerita-cerita pendek yang bermutu begitu besar, dan bayaran untuk cerita-cerita
itu begitu tinggi, sehingga F. Scott Fitzgerald
berulang-ulang menulis cerita pendek untuk melunasi berbagai utangnya.
Permintaan
akan cerita-cerita pendek oleh majalah mencapai puncaknya pada pertengahan abad
ke-20, ketika pada 1952 majalah Life menerbitkan long cerita pendek Ernest
Hemingway yang panjang (atau novella) Lelaki Tua dan
Laut. Terbitan yang memuat cerita ini laku 5.300.000 eksemplar
hanya dalam dua hari.
Sejak itu,
jumlah majalah komersial yang menerbitkan cerita-cerita pendek telah berkurang,
meskipun beberapa majalah terkenal seperti The
New Yorker terus memuatnya. Majalah
sastra juga memberikan tempat kepada cerita-cerita pendek. Selain
itu, cerita-cerita pendek belakangan ini telah menemukan napas baru lewat
penerbitan online. Cerita pendek dapat ditemukan dalam majalah online, dalam
kumpulan-kumpulan yang diorganisir menurut pengarangnya ataupun temanya, dan
dalam blog.
Unsur dan ciri khas
Cerita
pendek cenderung kurang kompleks dibandingkan dengan novel. Cerita pendek
biasanya memusatkan perhatian pada satu kejadian, mempunyai satu plot, setting
yang tunggal, jumlah tokoh yang terbatas, mencakup jangka waktu yang singkat.
Dalam
bentuk-bentuk fiksi yang lebih panjang, ceritanya cenderung memuat unsur-unsur
inti tertentu dari struktur
dramatis: eksposisi (pengantar setting, situasi dan tokoh utamanya);
komplikasi (peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik); aksi yang
meningkat, krisis (saat yang menentukan bagi si tokoh utama dan komitmen mereka
terhadap suatu langkah); klimaks (titik minat tertinggi dalam pengertian
konflik dan titik cerita yang mengandung aksi terbanyak atau terpenting);
penyelesaian (bagian cerita di mana konflik dipecahkan); dan moralnya.
Karena
pendek, cerita-cerita pendek dapat memuat pola ini atau mungkin pula tidak.
Sebagai contoh, cerita-cerita pendek modern hanya sesekali mengandung
eksposisi. Yang lebih umum adalah awal yang mendadak, dengan cerita yang
dimulai di tengah aksi. Seperti dalam cerita-cerita yang lebih panjang, plot
dari cerita pendek juga mengandung klimaks, atau titik balik. Namun demikian,
akhir dari banyak cerita pendek biasanya mendadak dan terbuka dan dapat
mengandung (atau dapat pula tidak) pesan moral atau pelajaran praktis. Seperti
banyak bentuk seni manapun, ciri khas dari sebuah cerita pendek
berbeda-beda menurut pengarangnya. Cerpen
mempunyai 2 unsur yaitu:
Unsur Intrinsik
Unsur
intrinsik adalah unsur yang membangun karya itu sendiri. Unsur–unsur intrinsik
cerpen mencakup:
- Tema adalah ide pokok sebuah
cerita, yang diyakini dan dijadikan sumber cerita.
- Latar(setting) adalah
tempat, waktu , suasana yang terdapat dalam cerita. Sebuah cerita harus
jelas dimana berlangsungnya, kapan terjadi dan suasana serta keadaan
ketika cerita berlangsung.
- Alur (plot) adalah
susunan peristiwa atau kejadian yang membentuk sebuah cerita.
Alur dibagi
menjadi 3 yaitu:
- Alur maju adalah rangkaian
peristiwa yang urutannya sesuai dengan urutan waktu kejadian atau cerita
yang bergerak ke depan terus.
- Alur mundur adalah rangkaian
peristiwa yang susunannya tidak sesuai dengan urutan waktu kejadian atau
cerita yang bergerak mundur (flashback).
- Alur campuran adalah campuran
antara alur maju dan alur mundur.
Alur
meliputi beberapa tahap:
- Pengantar: bagian cerita berupa
lukisan , waktu, tempat atau kejadian yang merupakan awal cerita.
- Penampilan masalah: bagian yang
menceritakan maslah yang dihadapi pelaku cerita.
- Puncak ketegangan /
klimaks : masalah dalam cerita sudah sangat gawat, konflik telah
memuncak.
- Ketegangan menurun /
antiklimaks : masalah telah berangsur–angsur dapat diatasi dan
kekhawatiran mulai hilang.
- Penyelesaian / resolusi :
masalah telah dapat diatasi atau diselesaikan.
- Perwatakan
Menggambarkan
watak atau karakter seseorang tokoh yang dapat dilihat dari tiga segi yaitu
melalui:
- Dialog tokoh
- Penjelasan tokoh
- Penggambaran fisik tokoh
- Nilai (amanat) adalah pesan
atau nasihat yang ingin disampaikan pengarang melalui cerita.
Unsur Ekstrinsik
Unsur
ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi secara
tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra. Unsur
ekstrinsik meliputi:
- Nilai-nilai dalam cerita
(agama, budaya, politik, ekonomi)
- Latar belakang kehidupan
pengarang
- Situasi sosial ketika cerita
itu diciptakan
Ukuran
Menetapkan
apa yang memisahkan cerita pendek dari format fiksi lainnya yang lebih panjang
adalah sesuatu yang problematik. Sebuah definisi klasik dari cerita pendek
ialah bahwa ia harus dapat dibaca dalam waktu sekali duduk (hal ini terutama
sekali diajukan dalam esai Edgar Allan Poe "The Philosophy of Composition" pada 1846). Definisi-definisi
lainnya menyebutkan batas panjang fiksi dari jumlah kata-katanya, yaitu 7.500
kata. Dalam penggunaan kontemporer, istilah cerita pendek umumnya merujuk
kepada karya fiksi yang panjangnya tidak lebih dari 20.000 kata dan tidak
kurang dari 1.000 kata.
Cerita yang
pendeknya kurang dari 1.000 kata tergolong pada genre fiksi
kilat (flash fiction).
Fiksi yang melampuai batas maksimum parameter cerita pendek digolongkan ke
dalam novelette, novella, atau novel.
Genre
Cerita
pendek pada umumnya adalah suatu bentuk karangan fiksi, dan yang paling banyak
diterbitkan adalah fiksi seperti fiksi ilmiah, fiksi
horor, fiksi detektif,
dan lain-lain. Cerita pendek kini juga mencakup bentuk nonfiksi
seperti catatan
perjalanan, prosa
lirik dan varian-varian pasca
modern serta non-fiksi seperti fikto-kritis atau jurnalisme
baru.
Cerita pendek terkenal
- "An Occurrence at Owl Creek Bridge" oleh
Ambrose Bierce
(teks online)
- "Yours Truly, Jack the
Ripper" oleh Robert
Bloch
- "A Sound of Thunder" oleh Ray Bradbury
- "Cathedral" oleh Raymond
Carver
- "The Most Dangerous Game" oleh Richard
Connell
- "The Story of an Hour" oleh Kate
Chopin (teks online)
- "A
Rose for Emily" oleh William
Faulkner (teks online)
- "The
Overcoat" oleh Nikolai Gogol (teks online — terjemahan dari bahasa Rusia)
- "Young Goodman Brown" oleh Nathaniel
Hawthorne (teks online)
- "The Snows of Kilimanjaro" oleh Ernest
Hemingway (teks online)
- "The Gift of the Magi" oleh O. Henry (teks online)
- "The
Lottery" oleh Shirley
Jackson (teks online)
- "The
Monkey's Paw" oleh W.W.
Jacobs
- "The Dead" oleh James Joyce (teks online
- "In der Strafkolonie" oleh Franz Kafka (teks online terj. Inggris dari bahasa
Jerman)
- "The Call of Cthulhu" oleh H.P.
Lovecraft
- "Bartleby, the Scrivener" oleh Herman Melville
(teks online)
- "A Good Man Is Hard to
Find" oleh Flannery O'Connor (teks online)
- "The Tell-Tale Heart" oleh Edgar Allan Poe
(teks online)
- "Brokeback Mountain" oleh Annie
Proulx
- "The Red Room" oleh H.G. Wells
- "The Last
Question" oleh Isaac Asimov
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Cerita_pendek
Tidak ada komentar:
Posting Komentar